Senin, 28 Maret 2022

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB IV


                                PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI





Disusun oleh:
FRANSISKUS KRES ANDREAN 
2019111207
AKUNTANSI









Puji Syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI"

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Adapun isi dari makalah ini yaitu menjelaskan tentang Apa itu PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Apa Pengertian PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Penyusun berterima kasih kepada Ibu Imelda Sinaga, M.M., M.S.Ak.,Ak., CA. selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.




Pengendalian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  •  Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  •  Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  •  Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

SIA terdiri dari 3 subsistem:
  •     Sistem pemrosesan transaksi : mendukung proses operasi bisnis harian.
  •     Sistem buku besar/ pelaporan keuangan : menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  •     Sistem pelaporan manajemen : yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

A. Ancaman atas Sistem Informasi Akuntansi
Perusahaan telah semakin bergantung pada SIA, yang juga telah berkembang semakin kompleks untuk memenuhi peningkatan kebutuhan atas informasi. Sejalan dengan peningkatan kompleksitas sistem dan ketergantungan pada sistem tersebut , perusahaan menghadapi resiko atau ancaman yang bisa terjadi kepada SIA mereka. Ancaman –ancaman tersebut bisa disebabkan oleh sebagai berikut:
1. Kehancuran karena bencana alam dan politik
2. Kesalahan pada sofware dan tidak berfungsinya peralatan
3. Tindakan yang tidak disengaja
4. Tindakan sengaja (kejahatan komputer)

B. Mengapa Ancaman SIA Meningkat
Banyak perusahaan yang tidak secara memadai melindungi data mereka karena beberapa alasan:
1. Masalah pengendalian komputer sering diremehkan
2. Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari sistem komputer tidak dipahami
3. Banyak pihak yang tidak menyadari bahwa keamanan data adalah hal yang penting untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.

C. Tinjauan Konsep Pengendalian
Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting yaitu:
1. Pengendalian untuk pencegahan, mencegah timbulnya suatu masalah sebelum mereka muncul
2. Pengendalian untuk pemeriksaan
3. Pengendalian korektif memecahkan masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan

D. Lingkungan Pengendalian

Lingkungan Pengendalian terdiri atas faktor-faktor berikut ini.
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi.
3. Struktur organisasional.
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab.
6. Kebijakan dan praktek-praktek dalam SDM.
7. Pengaruh-pengaruh eksternal.

E. Aktivitas Pengendalian
Secara umum, prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
1. otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai.
4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai.
5. Pemeriksaan independen atas kinerja.

F. Penilaian Resiko
sistem pengendalian internal dengan menggunakan strategi manajemen resiko dibawah ini.
1. Indentifikasi ancaman.
2. Perkirakan resiko
3. Perkirakan resiko Exposure
4. Identifikasi pengendalian.
5. Perkirakan biaya dan manfaat.
6. Menetapkan efektivitas biaya dan manfaat.

G. Informasi dan Komunikasi
Tujuan utama dari SIA adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas dan mengkomunikasikan informasi atas suatu organisasi. Hal ini berarti akuntan harus memahami:
1. Transaksi diawali.
2. Data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
3. File komputer diakses dan diperbarui.
4. Data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi.
5. Informasi dilaporkan ke para pemakai internal dan eksternal.

H. Mengawasi Kinerja
Komponen kelima dari pengendalian internal adalah pengawasan. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
1. Supervisi yang efektif
2. Akuntansi pertanggungjawaban
3. Audit internal






Daftar pustaka;
GUNADARMA/selasa, 20 november 2012
http://amujaddid.blogspot.com/2012/11/pengendalian-sistem-informasi-akuntansi.html


Kamis, 24 Maret 2022

TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER

 

BAB III


TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER






Disusun oleh:
FRANSISKUS KRES ANDREAN 
2019111207
AKUNTANSI









Puji Syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER"

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Adapun isi dari makalah ini yaitu menjelaskan tentang Apa itu TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER Apa Pengertian TEKNIK PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN KOMPUTER

Penyusun berterima kasih kepada Ibu Imelda Sinaga, M.M., M.S.Ak.,Ak., CA. selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.








Pendahuluan 

teknik penipuan dan penyalahgunaan komputer yang lebih umum ke dalam tiga bagian : serangan dan penyalahgunaan komputer, rekayasa sosial, dan malware.

Serangan dan Penyalahgunaan Komputer

  1. Hacking adalah akses, modifikasi, atau penggunaan alat elektronik atau beberapa elemen dari sebuah sistem komputer yang tidak sah. 
  2. Hijacking adalah pengambilan kendali atas sebuah komputer untuk melakukan aktivitas terlarang tanpa sepengetahan penggunaan komputer yang sebenarnya.
  3. Botnet adalah sebuah jaringan kuat atas pembajakan komputer.
  4. zombies , menyerang sistem atau menyebarkan malware.
  5. Bot herder, memasang perangkat lunak yang merespon instruksi elektronik milik hacker tanpa disadari PC.
  6. Serangan denial of service (DoS) adalah serangan komputer di mana penyerang mengirimkan sejumlah bom e-mail atau permintaan halaman web, biasanya dari alamat alamat salah yang diperoleh secara acak, agar service e-mail atau web server yaitu penyedia layanan internet kelebihan beban dan ditutup.
  7. Spamming adalah secara bersamaan mengirimkan pesan yang tak diminta ke banyak orang pada saat yang sama, biasanya berupaya untuk menjual sesuatu.
  8. Serangan kamus menggunakan perangkat lunak khusus untuk menebak alamat-alamat e-mail pada sebuah perusahaan dan mengirimkan pesan e-mail kosong.
  9. Splog adalah spam blog yang diciptakan untuk meningkatkan situs Google PageRank, yang merupakan intensitas sebuah halaman situs yang direferensikan oleh halaman situs lainnya.
  10. Spoofing adalah membuat komunikasi elektronik terlihat seolah orang lain yang mengirimkannya untuk memperoleh kepercayaan dari penerima. contoh dari spoofing : E-mail spoofing, Caller ID spoofing, IP address spoofing, Address resolution protocol spoofing, MAC address, SMS spoofing, web-page spoofing, DNS spoofing.
  11. Serangan zero day adalah serangan di antara waktu kerentanan perangkat lunak baru ditemukan dan waktu sebuah pengembangan perangkat lunak merilis patch untuk memperbaiki masalah tersebut.
  12. Cross site scripting (XSS) adalah sebuah kerentaan dalam halaman situs dinamis yang memungkinkan penyerang untuk menerobos mekanisme keamanan sebuah browser dan memerintahkan browser korban untuk mengeksekusi kode, mengira bahwa perintah tersebut berasal dari situs yang dikehendaki.
  13. Serangan limpahan buffer terjadi ketika jumlah data yang dimasukan ke dalam sebuah progam lebih besar daripada limpahan input yang dikesampingkan untuk menerimanya.
  14. Serangan injeksi SQL kode berbahaya dalam format pertanyaan (query) SQL yang disisipkan ke dalam input, sehingga dapat diteruskan dan dijalankan oleh sebuah progam aplikasi.
  15. Serangan man in the middle , seorang hacker menempatkan dirinya di antara seorang klien dan host untuk memotong komnikasi di antara mereka.
  16. Maquerading/impersonation. mendapatkan akses ke sebuah sistem dengan berpura-pura menjadi pengguna yang sah. Pelaku perlu mengetahui ID dan kata sandi pengguna yang sah. 
  17. Piggybacking. (1)Menyadap ke dalam sebuah jalur komunikasi dan mengunci secara elektronik pengguna yang sah sehingga tanpa sepengetahuannya membawa pelaku ke dalam sistem, (2)Penggunaaan secara diam-diam atas jaringan Wi-Fi tetanggan, (3)Seseorang yang tidak berwenang mengikuti seseorang yang berwenang memasuki pintu yang aman, menembus pengendalian keamanan fisik.
  18. Pemecahan kata sandi (password cracking). ketika seorang penyusup memasuki pertahanan sebuah sistem, mencuri file yang berisikan kata sandi yang valid, mendeskripsinya, dan menggunakannya untuk mendapatkan akses atas program, file, dan data.
  19. War dialing. memrogram sebuh komputer untuk menghubungi ribuan sambungan telepon untuk mencari dial-up modem lines. Hacker menerobos ke dalam PC yang tersambung dengan modem dan mengakses jaringan yang terhubung.
  20. War driving. berkendara mencari jaringan nirkabel rumah atau perusahaan yang tidak terlindungi.
  21. War rocketing. menggunakan roket untuk melepaskan titik akses nirkabel yang terhubung pada parasut yang mendeteksi jaringan nirkabel tidak aman.
  22. Phreaking. menyerang sistem telepon untuk mendapatkan akses sambungan telepon gratis, menggunakan sambungan telepon untuk mengirimkan malware, mengakses, mencuri, serta menghancurkan data.
  23. Data diddling. mengubah data sebelum atau selama entri ke dalam sebuah sistem komputer untuk menghapus, mengubah, menambah, atau memperbarui data sistem kunci yang salah.
  24. Kebocoran data (data leakage). menyalin data perusahaan tanpa izin, sering kali tanpa meninggalkan indikasi bahwa ia telah disalin.
  25. Podslurping. menggunakan sebuah perangkat kecil dengan kapasitas penyimpanan (iPod, flash drive) untuk mengunduh data tanpa izin dari sebuah komputer.
  26. Teknik salami (salami technique). pencurian sebagian kecil uang dari beberapa rekening yang berbeda.
  27. Penipuan round-down (run-down fraud). memerintahkan komputer untuk membulatkan seluruh perhitungan bunga menjadi dua tempat desimal. Pecahan dari sen yang dibulatkan pada setiap perhitungan dimasukkan ke dalam rekening pemrogram.
  28. Spionase ekonomi (economic espionage). mencuri informasi, rahasia dagang, dan kekayaan intelektual.
  29. Pemerasan dunia maya (cyber-extirtion). ancaman untuk membahayakan sebuah perusahaan atau seseorang jika sejumlah uang tertentu tidak dibayarkan.
  30. Cyber-bullying. menggunakan teknologi komputer untuk mendukung perilaku yang disengaja, berulang, dan bermusuhan yang menyiksa, mengancam, mengusik, menghina, mempermalukan, atau membahayakan orang lain.
  31. Sexting. tukar menukar pesan teks dan gambar yang terang-terangan bersifat seksual dengan orang lain, biasanya menggunakan perantara telepon.
  32. Terorisme interbet (internet terrorism). menggunakan internet untuk mengganggu perdagangan elektronik serta membahayakan komputer dan komunikasi.
  33. Misinformasi internet (internet misinformation). menggunakan internet untuk menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan.
  34. Ancaman e-mail (e-mail threats). ancaman dikirimkan kepada korban melalui e-mail. Ancaman biasanya memerlukan beberapa tindakan follow-up, seringnya mengakibatkan kerugian besar bagi korban.
  35. Penipuan lelang internet (internet auction fraud). menggunakan situs lelang internet untuk menipu orang lain.
  36. Penipuan pump-and-dump internet (internet pump-and-dump fraud). menggunakan internet untuk menaikkan harga saham kemudian menjualnya.
  37. Penipuan klik (click fraud). memanipulasi jumlah waktu iklan yang di klik untuk meningkatkan tagihan periklanan.
  38. Penjejalan situs (web cramming). menawarkan situs gratis selama sebulan, mengembangkan situs tidak berharga, dan membebankan tagihan telepon dari orang-orang yang menerima tawaran untuk waktu berbulan-bulan, terlepas mereka ingin melanjutkan menggunakan situs tersebut atau tidak.  
  39. Pembajakan perangkat lunak (software piracy). menyalin atau mendistribusikan perangkat lunak berhak cipta tanpa izin.

Rekayasa Sosial

Rekayasa Sosial merujuk pada teknik atau trik psikologis yang digunakan agar orang-orang mematuhi keinginan pelaku untuk mendapatkan akses fisik atau logis ke sebuah bangunan, komputer, server, atau jaringan biasanya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mengakses sebuah sistem dan mendapatkan data rahasia.

  1. Pencurian identitas (identity theft). mengambil identitas seseorang, biasanya untuk keuntungan ekonomi dengan mendapatkan dan menggunakan informasi rahasia secara ilegal, seperti nomor Social Security, nomor rekening bank atau kartu kredit.
  2. Pretexting. menggunakan skenario ciptaan (dalih) yang menciptakan legitimasi (pernyataan sah) dalam pikiran target guna meningkatkan kecenderungan bahwa si korban akan membocorkan informasi atau melakukan sesuatu.
  3. Posing. menciptakan bisnis yang terlihat sah, mengumpulkan informasi pribadi sambil melakukan penjualan, tetapi tidak pernah mengirim barang.
  4. Phishing. mengirimkan sebuah pesan elektronik seolah dari sebuah perusahaan yang sah, biasanya institusi keuangan, dan meminta informasi atau verifikasi dari informasi serta sering memberi peringatan mengenai konsekuensi negatif bila permintaan tersebut tidak dipenuhi. Permintaannya palsu dan informasi yang dikumpulkan digunakan untuk melakukan pencurian identitas atau untuk mencuri dana dari rekening korban.
  5. Vishing. phising suara; seperti phising hanya saja korban memasukkan data rahasia melalui telepon.
  6. Carding. kegiatan yang dilakukan pada kartu kredit curian, termasuk melakukan pembelian kecil secara online untuk memastikan apakah kartu masih valid serta membeli dan menjual nomor kartu kredit curian.
  7. Pharming. mengarahkan lalu lintas situs web ke situs web palsu.
  8. Evil twin. sebuah jaringan nirkabel dengan nama yang sama (disebut Server Set Identifier) seolah menjadi sebuah titik akses nirkabel yang sah. Pengguna tersambung dengannya karena ia memiliki sinyal nirkabel yang lebih kuat atau evil twin mengganggu atau menonaktifkan titik akses yang sah. Para pengguna tidak menyadari bahwa mereka tersambug ke evil twin dan si pelaku mengawasi lalu lintas untuk mencari informasi rahasia.
  9. Typosquatting/pembajakan URL (URL hijacking). menyiapkan situs web dengan nama sama sehingga pengguna membuat kekeliruan tipografis ketika memasukkan nama situs web yang akan dikirim ke situs yang tidak valid.
  10. Pengganti kode batang QR (QR barcode replacements). pelaku penipuan menyamarkan kode Quick Response valid dengan stiker yang mengandung kode QR pengganti untuk mengecoh orang-orang ke dalam situs yang tidak diinginkan yang menginfeksi teleponnya dengan malware.
  11. Tabnapping. secara diam-diam mengubah tab dari browser yang dibuka untuk mendapatkan ID dan kata sandi pengguna ketika korban masuk kembali ke dalam situs.
  12. Scavenging/dumpster diving. mencari dokumen dan catatan untuk mendapatkan akses ke informasi rahasia. Metodenya meliputi pencarian kaleng sampah, kotak sampah komunal, dan tempat pembuangan sampah kota.
  13. Bahu berselancar (shoulder surfing. ketika pelaku mengintip melalui bahu seseorang di tempat umum untuk mendapatkan informasi seperti nomor PIN ATM atau ID pengguna dan kata sandi.
  14. Loop Lebanon (Lebanese looping. menyisipkan lengan baju ke dalam ATM yang mencegah ATM mengeluarkan kartu. Pelaku berpura-pura menawarkan bantuan, mengecoh korban dengan memasukkan PIN lagi. Sekalinya korban menyerah, pencuri mengambil kartu dan menggunakan kartu serta PIN untuk melakukan penarikan.
  15. Skimming. penggesekan ganda kartu kredit pada terminal yang sah atau menggesekkan kartu secara diam-diam pada pembaca kartu yang kecil dan tersembunyi untuk merekam data kartu kredit untuk penggunaan berikutnya.
  16. Chipping. berpura-pura sebagai seorang jasa ahli dan menanamkan chip kecil yang merekam data transaksi pada sebuah pembaca kartu yang sah. Chip tersebut kemudian dipindahkan untuk mengakses data yang terekam di dalamnya.  
  17. Menguping (eavesdropping). mendengarkan komunikasi pribadi atau menyadap ke dalam transmisi data yang ditunjukan kepada orang lain. Salah satu cara untuk memotong sinyal adalah dengan menyiapkan penyadapan.

Malware

Malware adalah segala perangkat lunak yang digunakan untuk membahayakan.

Spyware: perangkat lunak yang secara diam-diam mengawasi dan mengumpulkan informasi pribadi mengenai pengguna dan mengirimkannya kepada orang lain, biasanya tanpa izin pengguna komputer.
Penyebab infeksi spyware yang biasanya tidak disadari pengguna :
  1. Mengunduh program file-sharing, peralatan sistem, permainan, wallpaper, screen saver, musik, dan video.
  2. sejumlah situs yang secara diam-diam mengunduh spyware. Hal ini disebut dengan drive-by downloading.
  3. Seorang hacker menggunakan celah keamanan di situs browser dan perangkat lunak lainnya.
  4. Malware berpura-pura menjadi perangkat lunak keamanan antispyware.
  5. Sebuah worm atau virus.
  6. Jaringan nirkabel publik (public wireless network).
Adware: spyware yang menyebabkan iklan banner pada monitor, mengumpulkan infromasi mengenai penjelajahan situs dan kebiasaan pengguna, dan mengirimkannya kepada pencipta adware, biasanya sebuah organisasi periklanan atau media. Adware biasanya terkait dengan freeware dan shareware yang diunduh dari internet.
Perangkat lunak torpedo (torpedo software): perangkat lunak yang menghancurkan malware saingan. Terkadang mengakibatkan "peperangan malware" di antara pengembang yang bersaing.
Scareware: perangkat lunak berbahaya tidak ada manfaat yang dijual menggunakan taktik menakut-nakuti.
Ransomware: perangkat lunak yang mengenkripsi program dan data sampai sebuah tebusan dibayarkan untuk menghilangkannya.
Keylogger: perangkat lunak yang merekam akivitas komputer, seperti keystroke pengguna e-mail dikirim dan diterima, situs web yang dikunjungi, dan partisipasi pada sesi obrolan.
Trojan horse: satu set instruksi komputer yang tidak diotorisasi dalam sebuah program yang sah dan berfungsi dengan semestinya.
Bom waktu (time bombs)/bom logika (logic bombs): sebuah program yang tidak aktif hungga beberapa keadaan atau suatu waktu tertentu memicunya. Setelah dipicu, program akan menyabotase sistem dengan menghancurkan program atau data.
Pintu jebakan (trap door)/pintu belakang (back door): sebuah set instruksi komputer yang memungkinkan pengguna untuk memotong kendali normal sistem.
Packet sniffer: program yang menangkap data dari paket-paket informasi saat mereka melintasi jaringan internet atau perusahaan. Data tangkapan disaring untuk menemukan informasi rahasia atau hak milik.
Program steganografi (steganography program): sebuah program yang dapat menggabungkan informasi rahasia dengan sebuah file yang terlihat tidak berbahaya, kata sandi melindungi file, mengirimnya ke mana pun di dunia, di mana file dibuka dan informasi rahasia disusun ulang. Host file masih dapat didengar atau dilihat karena indra penglihatan dan pendengaran menusia tidak cukup sensitif untuk mendapati sedikit penurunan kualitas gambar atau suara.
Rootkit: sebuah cara penyamaran komponen sistem dan malware dari sistem pengoperasian dan program lain, dapat juga memodifikasi sistem pengoperasian.
Superzapping: penggunaan tanpa izin atas program sistem khusus untuk memotong pengendalian sistem reguler dan melakukan tindakan ilegal. Utilitas Superzap awalnya dibuat untuk menangani kondisi darurat, seperti pemulihan sebuah sistem yang rusak.
Virus: sebuah segmen dari kode yang dapat dieksekusi yang melekatkan dirinya ke sebuah file, program, atau beberapa komponen sistem lainnya yang dapat dieksekusi. Ketika program tersembunyi terpicu, virus membuat perubahan tanpa izin agar sebuah sistem beroperasi.
Worm: serupa dengan virus, kecuali jika ia adalah sebuah program bukan sebuah segmen kode yang tersembunyi dakam sebuah program host. Worm juga menggandakan dirinya sendiri secara otomatis dan secara aktif mengirimkan dirinya langsung ke sistem lain.
Bluesnarfing: mencuri daftar kontak, gambar, dan data lain dengan menggunakan cacat dalam aplikasi Bluetooth.
Bluebugging: mengambil kendali atas telepon orang lain untuk membuat atau mendengarkan panggilan, mengirim atau membaca pesan teks, menghubungkan ke internet, meneruskan panggilan korban, dan menghubungi nomor yang membebankan tarif.

berikut ini teknik-teknik penipuan dan penyalahgunaan komputer :











DAFTAR PUSTAKA



16 NOVEMBER 2018/KINASIH
http://kinasihh.blogspot.com/2018/11/bab-6-teknik-penipuan-dan.html

SISTEM TEKNIK DOKUMENTASI







BAB III

Sistem Teknik Dokumentasi







Disusun Oleh :

FRANSISKUS KRES ANDREAN

2019111207

AKUNTANSI





Puji Syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Teknik Dokumentasi”.

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Adapun isi dari makalah ini yaitu menjelaskan tentang Apa itu Dokumentasi Sistem, Apa Pengertian dan Pengguna Teknik Sistem, serta Bagaimana Teknik Sistem.

Penyusun berterima kasih kepada Ibu Imelda Sinaga, M.M., M.S.Ak.,Ak., CA. selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.







 PENDAHULUAN

Dokumentasi adalah suatu penjelasan menganai cara sistem bekerja, pengolahan data, pengimpanan data, output informasi, dan sistem pengendalian. Bab ini membahas alat-alat dokumentasi sebagai berikut:

  1. Diagram Arus Data (DAD), deskripsi grafis sumber data, arus data, proses transformasi, penyimpanan data, dan tujuan data.
  2. Bagan alir yang merupakan deskripsi grafis sistem. Jenis bagan alir, meliputi: a. Bagan alir dokumen (menunjukkan arus dokumen dan informasi di area pertanggungjawaban), b. Bagan alir sistem (menunjukkan hubungan antar input, pemrosesan, dan output sistem), c. Bagan alir program (menunjukkan urutan operasi logis komputer)
  3. Diagram Proses Bisnis yang merupakan deskripsi grafis dari proses bisnis. Sarbanes-Oxley Act (SOX) pada tahun 2002 mensyaratkan laporan pengendalian internal dalam laporan tahunan perusahaan publik yang menyatakan bahwa manajemen bertanggung jawab untuk membuat dan menjaga struktur pengendalian internal yang memadai serta mengukur keefektifan pengendalian internal perusahaan. 
DIAGRAM ARUS DATA (DAD)
Simbol DAD terdiri dari:


  • Asal data dan tujuan data adalah entitas yang mengirim atau menerima data yang digunakan atau dihasilkan oleh sistem.
  • Proses transformasi data terjadi apabila data melewati antara penyimpanan data dan sumber atau tujuan.
  • Arus data adalah perpindahan data di antara proses, penyimpanan, sumber dan tujuan. 
  • Penyimpanan data  adalah tempat data disimpan. 








  • Diagram konteks (context diagram) adalah DAD yang masih sangat umum, belum menggambarkan arus data secara datail. Contoh diagram konteks untuk pemrosesan penggajian

BAGAN ALIR (FLOW CHART)
Fungsi bagan alir untuk menjelaskan dan mencatat cara proses bisnis yang dilakukan dan cara dokumen mengalir melalui organisasi secara jelas, ringkas, dan logis. 
Simbol bagan alir, meliputi :

1. Simbol input/output 















2. Simbol pemrosesan






3. Simbol penyimpanan 













4. Simbol arus dan lain-lain



















Jenis Bagan Alir 

a. Bagan alir dokumen yang berfungsi untuk menelusuri dokumen dari awal sampai akhir dalam organisasi sesuai dengan area tanggung jawab suatu transaksi. Jenis khusus bagan alir disebut Bagan Alir Pengendalian Internal (internal control flowchart) yang digunakan untuk mengevaluasi kecakupan pengendalian interen, seperti pemisahan fungsi dan pengecekan independen. Bagan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan atau inefisiensi sistem, seperti arus komunikasi yang tidak memadai, pemisahan tugas yang tidak memadai, kompleksitas yang tidak dibutuhkan pada arus dokumen, dll.


















b. Bagan alir sistem menggambarkan hubungan antara input, proses, dan output dari SIA.
Bagan alir berawal dari pemasukan data ke dalam sistem dan setiap data dimasukkan ke dalam sistem lalu data yang diproses disajikan dalam bentuk output/laporan sehingga menghasilkan informasi yang baru.
























c. Bagan alir program menggambarkan urutan proses pengolahan data dalam suatu program komputer. Selain itu, bagan ini menggambarkan hubungan antara input-proses-output.















DIAGRAM PROSES BISNIS 
Diagram ini menjelaskan langkah-langkah atau aktivitas-aktivitas dalam proses bisnis.



DAFTAR PUSTAKA


http://betajati.blogspot.com/2018/09/sistem-teknik-dokumentasi.html















Selasa, 22 Februari 2022

FRANSISKUS KRES ANDREAN

 TINJAUAN MENYELURUH SISTEM

Perubahan lingkungan bisnis yang diindikasikan oleh perkembangan teknologi komunikasi maupun teknologi informasi merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. Kemajuan pesat dalam teknologi memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) banyak digunakan oleh organisasi bisnis untuk mendukung proses bisnisnya. Kebutuhan akan SIA tergantung pada jenis proses bisnis dan kompleksitas informasi yang di inginkan. Ditinjau dari hal tersebut, SIA merupakan suatu proses yang menghasilkan informasi baik untuk kepentingan managerial maupun eksternal berbasis data akuntansi. 


KONSEP DASAR SISTEM

Definisi Sistem

Definisi sistem diungkapkan oleh pakar dari dua pendekatan yang berbeda. Kedua pendekatan tersebut adalah pendekatan prosedur dan pendekatan komponen atau elemen dalam sistem. Pendekatan yang menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu kumpulan dari prosedur–prosedur, saling berhubungan dan membentuk jaringan kerja untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, banyak pakar mendefinisikan sistem melalui pendekatan yang kedua yaitu pendekatan komponen. Pendekatan komponen didefinisikan pada kumpulan dari komponen– komponen yang saling berhubungan, berinteraksi dan bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan mencapai tujuan tertentu.


Romney dan Steinbart (2012:24) mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai tujuan. Tiap sistem terdiri dari sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar. Semua kelompok definisi hanya berbeda dari cara pendekatan yang digunakan. Masing–masing pendekatan dipilih karena memiliki cara analisis dan perencanaan suatu sistem yang berbeda tetapi berhulu untuk mencapai tujuan tertentu. Pendekatan komponen lebih banyak digunakan dalam perencanaan suatu sistem karena komponen–komponen atau sub sistem–sub sistem dari sistem di analisis terlebih dahulu. 

Karakteristik Sistem

Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi membentuk satu kesatuan. Komponen–komponen sistem dapat berupa suatu sub sistem. Setiap sub sistem mempunyai sifat–sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.


Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra sistem. Apabila masih ada sistem yang lebih besar lagi di atas supra sistem maka disebut dengan supra dari supra sistem dan sebaliknya.

Batas Sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem, dapat bersifat menguntungkan maupun merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem yang harus dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, karena akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Keluaran (output) dari satu sub sistem akan menjadi masukan (input) untuk sub sistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu sub sistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.




Referensi:


https://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/69221/fulltext.pdf?sequence=1&isAllowed=y

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BAB IV                                         PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Disusun oleh: FRANSISKUS KRES ANDREAN  2019111207 AKU...